Senin, 06 Januari 2014

Resolusiku di Tahun 2014


Tahun sudah berganti. 2013 sudah terlewati dengan berbagai kenangan. Ada yang indah, ada yang biasa-biasa saja, bahkan ada yang tidak menyenangkan. Yang patut disyukuri pada hari ini adalah Allah masih memberi kesempatan untuk menambah catatan amal baik kita.

Masih teringat desember 2012 yang lalu saya menuliskan beberapa keinginan yang ingin saya wujudkan di tahun 2013. Dan desember 2013 yang baru saja berlalu, saya menuliskan lagi beberapa keinginan yang saya sebut ‘resolusi’ untuk saya wujudkan di tahun 2014.

Kenapa resolusi? 

Ada banyak keinginan sebenarnya yang tidak terwujud di tahun 2013, dan tahun ini saya masukkan lagi ke dalam ‘target’ yang harus saya capai tahun ini. Oleh karena ada beberapa keinginan lama yang belum terealisasi dan ingin direalisasikan tahun ini makanya saya menyebutnya resolusi. Hmm.. mudah-mudahan saja bukan sekedar resolusi yang tak pernah dilaksanakan :)

Resolusi saya di tahun ini:

1.    Bisa hafal juz 30 dan 29 dalam Al-qur’an (selama ini juz 30 tidak pernah selesai dihafal)
2.    Tilawah 1 juz/hari (selama ini tilawah kurang dari 1 juz/hari, jadi tahun 2014 ingin ditingkatkan)
3.    Solat dhuha setiap hari (Alhamdulillah yang ini rutin, walaupun kadang tidak sempat karena sedang dalam perjalanan atau turun lapangan)
4.    Solat tahadjud setiap hari (yang ini sering terabaikan, diusahakan tahun ini bisa setiap hari)
5.    Shaum sunnah (ini juga tidak rutin. In sya Allah tahun ini ingin dirutinkan)
6.    Membaca buku setiap hari minimal 30 menit sehari (buku-buku yang tidak pernah habis dibaca bahkan yang masih bersampul plastik kian hari kian bertumpuk. Tidak ada lagi alasan tidak punya waktu membaca. Kalo tak punya waktu kenapa beli buku? Hehe.. Mulai sekarang harus meluangkan waktu)
7.    Menulis setiap hari (kalo yang ini penting sekali. Saya ingin menjadi penulis jadi sudah semestinya harus menulis setiap hari untuk membiasakan diri. Karena sesuatu kalo tidak dilatih tidak akan pernah bisa dikuasai. Tidak ada lagi alasan sibuk dan tidak punya waktu menulis, walaupun hanya 1 paragraf setiap hari.)
8.    Bisa berenang (berhubung saya tinggal di pulau dan kebanyakan kerjaan saya harus menyeberang pulau, jadi berenang itu wajib bisa. Buat jaga-jaga saja sih.. in sya Allah aman-aman saja diperjalanan. Sudah hampir 3 tahun disini masih belum juga bisa berenang. Hmm...)
9.    Nikah (OMG… dari tahun kemarin keinginannya ini juga..hehe.. in sya Allah tahun ini bisa terealisasi. Aamiin..)
10.  Bermanfaat bagi sesama (coz I want to be a good person. “Sebaik-baik manusia adalah yang bisa  bermanfaat bagi sesamanya” (Al-hadits))

Itulah resolusi saya tahun ini. Kalaupun nantinya tidak bisa terwujud 100%, minimal saya sudah melakukan perubahan besar dalam diri saya, yaitu melakukan yang sudah saya ikrarkan untuk dilakukan di tahun ini. Harapannya resolusi ini bisa saya laksanakan semua. Mudah-mudahan tidak banyak halangan dan godaan, terutama godaan tidur! Hehehe..

Semangat untuk resolusi!

Minggu, 05 Januari 2014

MDT, Timbunan dan Resolusi

 Sepekan yang lalu saya dan teman-teman liqo mendiskusikan tentang apa yang akan kami lakukan di tahun 2014 yang bisa menambah ghiroh  dan mempererat ukhuwah di antara kami. Tercetuslah ide untuk murajaah setiap sore. Hari itu juga selepas liqo, kami memulai hari pertama murajaah di pantai Salakan yang oleh penduduk setempat disebut Timbunan karena areal tersebut merupakan pantai yang ditimbun. Luasnya kurang lebih 1 hektar. Setiap sore banyak orang yang datang kesana. Sering sepulang kantor saya dan seorang teman kantor yang kebetulan akhwat juga ke timbunan, sekedar untuk menikmati sunset -yang walaupun tidak sempurna karena terhalang gunung di kejauhan namun tetap indah- sambil makan pisang goreng yang dibeli diperjalanan ke timbunan. Sunset dan awan senja hari selalu saja memukau. Wana-warninya membuat mata betah berlama-lama memandang. Sambil tak lupa memuji Allah Sang Kreator, Sang Pelukis Alam. Berbagai aktifitas sore hari terlihat di timbunan. Ada yang memancing ikan, ada juga yang hanya menikmati sore sambil bercengkerama dengan keluarga maupun teman-teman. 

Karena tempat yang kami pilih untuk murajaah hari pertama adalah di timbunan, tercetus lagi ide dari seorang akhwat untuk menamakan grup kami ini dengan ‘MDT’ yang merupakan singkatan Murajaah di Timbunan. Hahaha… nama grup yang lucu.

Alhamdulillah hari pertama murajaah berjalan lancar. Kami murajaah bersama Surah An-Naba. Kemudian satu persatu murajaah Surah tersebut sambil yang lainnya mencocokkan bacaan.

Hingga saat ini MDT Alhamdulillah masih solid, masih rajin ke timbunan saban sore. Tetapi tentu saja tempat untuk murajaah tidak hanya di timbunan, dimana saja boleh. Dan jika jenuh murajaah terus, bisa diganti dengan tilawah. Menyadari hal ini, kepanjangan MDT pun direvisi menjadi Murajaah dan Tilawah :D

Seiring berlalunya tahun 2013, komunitas MDT membuat resolusi untuk tahun 2014. Masing-masing mengikrarkan resolusinya dan diamini oleh yang lain. Kamipun janjian untuk bertemu di timbunan. 

Tanggal 01 Januari 2014 pukul 8 pm, ba’da isya, kami berkumpul di timbunan untuk menyatakan ikrar kami di tahun 2014. Agar lebih afdol, ikrar tersebut kami rekam. Satu-persatu membacakan ikrarnya kemudian yang lain mengamini. Bergiliran hingga selesai. Beberapa kali terjadi pengulangan karena awal-awalnya agak lucu, jadi baca ikrarnya sambil menahan tawa. Ada juga yang lupa ikrarnya jadi diulangi lagi. Sampai akhirnya rekamannya bagus. Hmm… kayak mau rekaman di studio saja pake diulang-ulang :D

Resolusi… boleh jadi adalah sesuatu yang sangat diinginkan untuk direalisasikan. Sebuah perubahan, gebrakan, semangat baru untuk mewujudkan apa yang tidak sempat terwujud di tahun sebelumnya. Saya dan teman-teman di komunitas MDT berharap resolusi kami dapat tercapai. Ada beberapa resolusi yang sama-sama ingin kami lakukan, yaitu: Menghapal 2 juz (juz 30 dan 29), tilawah setiap hari minimal 1 juz, tahadjud dan dhuha setiap hari, shaum sunnah rutin. Tidak muluk-muluk sebetulnya, standar saja karena bukan merupakan hal baru. Ini biasa kami lakukan hanya saja sebelum-sebelumnya tidak rutin. Di tahun 2014 ini kami ingin merutinkan hal-hal tersebut. In sya Allah kami bisa.

Ada 1 lagi yang sama yaitu…. Nikah! Ternyata semua pengen nikah tahun ini…hehehe.

Semoga semua resolusi yang sudah kami ikrarkan di timbunan, di ijabah oleh Allah SWT dan dimudahkan utk mewujudkannya. Aamiin…

Jumat, 17 Mei 2013

Jurnal Sensus Pertanian 2013 (part 2)

·         29 April 2013

Paginya, petugas melakukan penelusuran peta dan uji coba kuesioner. Khusus untuk uji coba kuesioner, itu adalah inisiatif para petugas sendiri karena menurut mereka dulu waktu pencacahan Sensus Penduduk 2010 (SP2010) ada praktek lapangan, jadi mereka ingin praktek lapangan juga untuk ST2013. Kebetulan beberapa petugas yang saya rekrut adalah yang sudah pernah menjadi mitra BPS untuk SP2010. Salut untuk petugas ST2013 Banggai Tengah!


Di BPS, setiap kali ada sensus, para Camat dan Kades juga diberikan honor. Hari itu saya langsung mengantarkan honor untuk para Kades di Banggai Tengah. Sebenarnya sekalian dengan honor Camat juga tapi berhubung Camatnya masih berhalangan hadir karena baru saja selesai menikahkan anaknya, jadi honor Camat tertunda diberikan.

Selesailah tugas pada hari itu dan saatnya kembali ke Salakan untuk prepare, karena besoknya harus ke Banggai lagi.


·         30 April 2013

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba juga. KSK diharuskan stay  di wilayah tugas selama ST2013 yaitu sejak tanggal 1-31 Mei 2013. Sebulan! Plus beberapa hari di awal Juni karena rapat tim terakhir pada tanggal 1 Juni 2013. Hehehe… 

Paginya setelah prepare, saya langsung mencari ojek ke pelabuhan Tobing. Karena akan stay selama sebulan di Banggai jadi saya membawa banyak pakaian plus barang-barang yang pastinya akan saya butuhkan disana. Saya sengaja meninggalkan motor operasional di Banggai dan kembali ke Salakan dengan ojek, karena banyak barang yang akan saya bawa. Kalau bawa motor sendiri saya khawatir tidak bisa bawa banyak barang. Setelah mengambil dokumen Sakernas di kantor, saya langsung berangkat ke pelabuhan Tobing.

Tiba di Banggai saya langsung mencari kost/penginapan yang bisa di kontrak untuk 1 bulan. Ini demi kelancaran tugas saya selama ST2013. Saya merasa tidak enak hati kalau stay di rumah teman selama sebulan, karena tugas lapangan ini mengharuskan saya lebih sering di luar rumah, bahkan terkadang sampai malam. Belum lagi saya butuh ruangan untuk menyimpan dokumen dan memeriksanya. Orang awam yang tidak tahu kegiatan BPS pasti akan susah mengerti pola kerja yang seperti itu. Jadi untuk aman dan nyamannya, saya memutuskan untuk mencari tempat tinggal sementara yang bisa dikontrak selama sebulan. Dan Alhamdulillah, saya menemukan penginapan baru yang belum lama beroperasi. Ownernya setuju untuk mengontrakkan kamar selama sebulan. Yang pasti biaya sewanya tidak sampai merobek kantong, apalagi untuk ST2013 KSK hanya dapat uang transport, selebihnya adalah uang gaji yang masuk di rekening setiap bulan..hehehe.. Tapi tak apalah, demi BPS dan ST2013. Salam PIA! :)
   

·         1 Mei 2013

Hari ini adalah hari pertama pencacahan Sensus Pertanian 2013 yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Republik Indonesia. Kortim dan PCL sudah berkumpul di rumah Kortim sejak pukul 06.45 am untuk briefing sebelum memulai turun lapangan. Sekitar setengah jam kemudian PCL mulai bergerak ke wilayah tugasnya masing-masing. Kortim bertugas mendampingi PCL pertama. Kemudian setelah PCL pertama selesai mencacah 1 rumah tangga (ruta), Kortim mendampingi PCL kedua. Setelah PCL kedua selesai mencacah 1 ruta, Kortim mendampingi PCL ketiga. Setelah PCL ketiga selesai, Kortim kembali mendampingi PCL pertama. Begitu seterusnya. Pendampingan ini gunanya agar jika terjadi kesalahan pada pendataan di ruta pertama PCL langsung tau karena langsung dikoreksi oleh Kortim. Nantinya di ruta kedua dan seterusnya tidak akan salah lagi. 

Sebenarnya pendampingan ini digilir perhari. Misalnya hari ini Kortim mendampingi PCL pertama, besoknya PCL kedua, lusanya PCL ketiga. Tapi karena ini adalah hari pertama, saya tidak mau ada kesalahan pencacahan yang dilakukan oleh PCL. Karena jika salah dari awal maka selanjutnya bisa salah terus. Sebaiknya pendampingan pada hari pertama PCL didampingi secara intens oleh Kortim. Besoknya dan seterusnya barulah Kortim mendampingi satu-persatu PCL sesuai SOP ST2013.

Hari pertama ini diwarnai hujan deras. Saya pun sedikit tertunda melakukan pengawasan di lapangan. Setelah hujan reda barulah saya mulai pengawasan. Pengawasan yang pertama kali saya lakukan adalah di tim 2. Saya memantau langsung Kortim mendampingi pencacah di salah satu ruta di desa Mominit.

Sorenya saya ke rumah Camat untuk memberikan honornya. Pak Camat senang, saya pun senang :)

Malamnya, pukul 8.00 pm, saya beserta tim mengadakan evaluasi hasil pemutakhiran hari pertama. Kami membahas beberapa permasalahan yang terjadi selama pencacahan seharian tadi.

·         2 Mei 2013

Tim 2 briefing di rumah kortim sebelum berangkat mencacah pada pukul 7.00 am. Kebetulan desa-desa di wilayah tugas tim 2 berdekatan, bagitu juga rumah-rumah petugasnya sehingga mereka bisa briefing setiap pagi sebelum turun mencacah. Sebaliknya tim 1 agak susah untuk briefing pagi-pagi karena desa-desa wilayah tugasnya berjauhan begitu pula rumah-rumah petugasnya. Jadi mereka putuskan untuk langsung ke lapangan. Sore hari menjelang magrib baru mereka briefing persiapan pencacahan besok paginya.

Hari itu Alhamdulillah hujan tidak turun pagi-pagi, jadi saya pun bisa mengawas lebih pagi. Barulah siang harinya turun hujan.

Ternyata tanggal 2 Mei Hardiknas! Saya hampir lupa…hehehe..

Setelah mengikuti briefing Tim 2, saya bertemu Camat di SD desa Adean. Beliau baru saja selesai mengikuti upacara Hardiknas yang dipusatkan di SD tersebut. Desa Adean adalah ibukota Kec. Banggai Tengah. Pak Camat yang saat itu menggunakan setelan Korpri, saya minta kesediaannya untuk mengunjungi salah satu ruta yang akan dicacah oleh petugas ST2013. Alhamdulillah beliau dengan senang hati bersedia memenuhi permintaan saya. Karena mencacah harus menggunakan atribut lengkap, maka pak Camat pun saya berikan rompi dan topi ST2013 untuk dipakai saat mencacah. Pak Camat memakainya. Jadilah baju Korpri dibalut rompi ST2013… hehehe…

Setelah lengkap dengan atribut, Pak Camat pun ikut bersama kami menyaksikan proses pemutakhiran di salah satu ruta di desa Adean.

Setelah cukup pengawasan di tim 2, saya langsung menuju desa Gonggong untuk melakukan pengawasan di tim 1.

(bersambung)

Selasa, 07 Mei 2013

Jurnal Sensus Pertanian 2013 (part 1)


·         08 Maret 2013

Sensus Pertanian 2013 (ST2013) di Kab. Banggai Kepulauan diawali dengan Sosialisasi di lingkungan Pemda Kab. Banggai Kepulauan (Bangkep), setelah sebelumnya juga dilaksanakan kegiatan Apel Siaga di lingkungan BPS Bangkep. Kegiatan sosialisasi ini bertempat di kantor Bupati Kab. Bangkep yang dihadiri oleh para Camat dan instansi terkait. Output dari kegiatan ini adalah para Camat mengetahui apa tujuan dari ST2013 ini dan turut mensosialisasikannya di Kecamatan masing-masing. 

·         20 Maret 2013

Tahapan selanjutnya adalah pelatihan Instruktur Daerah (Inda) yang diikuti oleh hampir seluruh pegawai BPS kecuali Kepala kantor dan KTU. Di BPS Bangkep sendiri pelatihan Inda diikuti oleh seluruh penanggung-jawab seksi, para staf dan para KSK kecuali 1 orang karena sedang prajabatan. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 20-22 Maret 2013.

Dari hasil pendalaman, terpilih 12 orang yang dinyatakan lulus menjadi Inda di Kab. Bangkep. Alhamdulillah saya termasuk salah seorang yang lulus. Inda ini nantinya akan melatih para petugas lapangan ST2013.

·         15 April 2013

Pelatihan petugas dimulai pada tanggal 15-21 April 2013 yang terbagi dalam 3 gelombang. Gelombang pertama 15-17 April, gelombang kedua 17-19 April dan gelombang ketiga 19-21 April. Saya mendapat giliran mengajar pada gelombang pertama. Masing-masing Inda mengajar 16-20 calon petugas. Di kelas saya ada 20 orang calon petugas peserta latih, yang berasal dari 3 Kecamatan yaitu Kec. Banggai, Banggai Utara dan Banggai Tengah. Untuk Kecamatan Banggai Tengah calon petugasnya 8 orang lengkap, sedangkan Banggai dan Banggai Utara sebagian di kelas saya dan sebagian di kelas lain.

Untuk Kec. Banggai Tengah ada 2 tim. Yaitu tim 1 dan tim 2. Masing-masing tim terdiri dari 4 orang yaitu 1 orang Kortim dan 3 orang Pencacah Lapangan (PCL). Jadi total petugas ST2013 Banggai Tengah ada 8 orang. Masing-masing tim wilayah kerjanya 4 desa. Total desa di Banggai Tengah ada 8 desa.
 

·         27 April 2013

Paginya saya berangkat dari Salakan ke pelabuhan Tobing menggunakan kendaraan operasional kurang lebih 1 jam. Sampai di pelabuhan lanjut lagi menggunakan bodi batang (perahu motor) menuju pulau Banggai yang jaraknya kurang lebih 1 jam juga.

Alhamdulillah sampai di pulau Banggai dengan selamat. Setelah istrahat solat dan makan, saya langsung ke desa Gonggong Kec. Banggai Tengah untuk update Susenas. Malamnya, menghubungi Kortim untuk memastikan rapat pertama Sensus Pertanian besok tanggal 28 April 2013.

·         28 April 2013

Rapat pertama Sensus Pertanian 2013 di langsungkan di rumah Kortim 2 pada pukul 3.00 pm. Sebenarnya rapat ini dilaksanakan oleh masing-masing Kortim dan PCLnya. Tetapi karena ini rapat perdana saya sengaja mengumpulkan 2 tim sekaligus karena ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, juga membahas kembali hasil pendalaman pelatihan petugas yang sudah dilaksanakan seminggu sebelumnya. Agenda yang dibahas antara lain; mengingatkan kembali cara pengisian dan penomoran bulatan kosong dan bulatan yang diarsir di peta yang harus sama dengan nomor urut di kolom 20 pada kuesioner P, dan mengenali batas-batas blok sensus yang ada di peta agar petugas mengetahui batas blok sensus yang menjadi wilayah pencacahannya. Ini juga gunanya agar tidak terjadi cacah ganda.

Yang paling bikin semangat para petugas adalah saat pembagian uang transport untuk 16 hari pertama. Uang transport ini diberikan dalam 2 tahap. Tahap 1 untuk 16 hari pertama dan tahap kedua untuk 16 hari berikutnya. Salah seorang petugas langsung berkomentar setelah uang transportnya saya berikan, “ini enaknya jadi mitra BPS, belum kerja sudah dibayar…”. Disambung komentar petugas lain, “dan tidak dipotong honornya…”. Hahaha… Cuma BPS yang bisa begitu :D   

Rapat pertama tersebut berlangsung hingga pukul 7.30 pm. Setelah itu saya langsung menuju rumah KSK Banggai. Disana sudah berkumpul petugas dari 2 Kecamatan yaitu Kec. Banggai dan Kec. Banggai Utara. Sebelumnya saya sudah berkoordinasi dengan KSK Kec. Banggai untuk memfasilitasi pertemuan dengan petugas dari 2 Kecamatan tersebut karena akan dilakukan pembahasan hasil pendalaman pelatihan petugas beberapa waktu lalu. Kebetulan saya yang menjaddi Inda-nya jadi saya merasa berkewajiban untuk menjelaskan kembali apa saja yang kurang dipahami oleh petugas. Pembahasan pun berlangsung hingga pukul 10.30 pm.

Di perjalanan pulang ulu hati saya nyeri. Saya baru sadar ternyata saya belum makan malam. Untungnya di rumah teman tempat saya numpang tinggal masih ada makanan. Alhamdulillaah….

(bersambung)